Kalo dulu pas jaman Narkoba Masuk Sekolah, para guru merasa perlu untuk menjaga muridnya supaya TIDAK ikutan jadi pengedar atau pemakai. Mereka melakukan razia. Dalam hal ini, razia memang perlu, dan terbukti efektif.

Sekarang? Teknologi Informasi Masuk Sekolah. Hampir semua menggunakan Blackberry (atau Nexianberry), iPhone, atau Android, device canggih yang setiap saat terhubung dengan internet. Kapasitas penyimpan datanya besar. Bisa MP3, plus bikin dan playback video.

Jika ada informasi yang negatif, apa masih perlu pihak sekolah (atau pihak yang lain) melakukan razia HP kepada orang lain? Beredarnya foto atau video yang gak layak apa ya bisa di-cegah-tangkal dengan razia? Apa gunanya? Apa manfaatnya?


Follow up:

Padahal.. hey, kita masih punya komputer kok. Gak cuma HP. Itupun ter-password dan ter-acak. Coba aja bongkar!

Lha wong alamat contact email sebisa mungkin dirahasiakan, jangan sampai tersebar luas tanpa persetujuan pemiliknya. Kok ini malah di-razia? Kemana hak privacy kita? Iya kalo kita ini terorist, sita aja sekalian.

Bener Pak, kita bukan penjahat. Cuma penasaran aja!

Yang awalnya gak tau apa-apa dan gak peduli akhirnya penasaran juga, jadinya pengin tau. Sebabnya, gencarnya blow-up media ditambah dengan ababil yang hobi sekali re-tweeting (termasuk aku, aha!)

Seandainya memang ditemukan foto atau video yang "tidak layak" di HP seseorang, entah itu artis, temen sekolahnya, atau _dia_sendiri_, trus mau apa? Dihukum, didenda, dipenjara?

Mau razia, percuma. Sekarang bersih, bulan depan ngopi lagi..

Ini kan digital, jelas nggak cuma di HP kan? Bisa dikopi ke CD, Hardisk, Flashdisk, dll. Ayo dong, kenal teknologi dikit kek! Jangan di-razia, gak ada hasilnya! Tapi BERI PENGARAHAN, MAJUKAN PENDIDIKAN AKHLAK DAN MORAL dan JANGAN MEM-BLOW-UP yang gak perlu. Kasihan anak-anak kita.

gambar di atas, screenshot yang lucu: Awalnya pengin search program "b*j*k*n", beneran! Ternyata eh ternyata.. disugihi tampilan 200 search terakhir! Huahhaha, aneh-aneh lho. Oh, AYO LAH, KITA LEBIH PINTER DARI INI!

Siapa Pelakunya, Siapa Korbannya?

Umpama, namanya juga ABG apalagi masih suka narsis, berpose "wow" di-kameranya sendiri. Gak ada tujuan apa-apa. Ya cuma sekedar narsis (plus goblok). Biasa.. HP baru, ada camera-nya lagi!

Kemungkinan kasusnya:

  1. Fotonya bocor, beredar kemana-mana. Dia pelaku atau korban tindakan asusila?
  2. Fotonya kena razia. Oleh pihak yang nge-razia, foto tadi dihapus, disita, atau di..

Hayo, siapa pelakunya, siapa korbannya? Hukumnya apa?

Akhirnya...

Orang yang berkepentingan (mengatasnamakan kebebasan berpendapat) untuk cari "kebenaran" dengan menjajah privacy orang, dibenarkan. Sedangkan yang rakyat biasa, nulis komplain surat pembaca bahkan antar teman! (karena memang dia berhak), malah dianggap "mencemarkan nama baik". Ah.. kapan kita maju?

Nulis blog ini juga bisa jadi salah!

untuk dipikirkan: kita semua mestinya trenyuh, kita juga yang bertanggung-jawab!


Trackback address for this post

This is a captcha-picture. It is used to prevent mass-access by robots.
Please enter the characters from the image above. (case insensitive)

2 comments

# kaleng kerupuk on 07/04/10 at 11:29
hehehe...semua kembali ke etika itu saja...

kalau masalah penasaran itu tidak bisa dijadikan pembenaran...hehe....

biasanya sih pada tahap senangnya orang ketika ada suatu obyek yang menyenangkan, tentu saja akan merasa tidak suka kalau mainannya itu direbut....hehe...

maka dari itu memang hanya orang bijak dan sabar yang bisa memahami semua persoalan, dan tidak memangdang suatu masalah hanya dari satu sudut saja, walau memang tidak semua mainan itu mendidik dan baik, tapi untuk menuju sesuatu yang ideal memang tetap ada tahapan, ya itulah kembali kepada kata kesabaran dan ngemong hehehe....
# dedy norman on 08/14/10 at 07:49
Oalah mas mas Negoro bobrok ae di pikir ....
hasil'e ngelu dewe....

Soale wes rusak sak sembarangane.....

Leave a comment


Your email address will not be revealed on this site.

Your URL will be displayed.
(Line breaks become <br />)
(Name, email & website)
(Allow users to contact you through a message form (your email will not be revealed.)
This is a captcha-picture. It is used to prevent mass-access by robots.
Please enter the characters from the image above. (case insensitive)
I'm a father of two baby daughters, Iman and Erja. Happily lucky husband of Novita Damayanti (Noby). And I'm a guy who try to eat shoes (all I know is crazy people did not die just because they eat shoes)! In Javanese, you could just say "Gendeng mangan sepatu".
September 2010
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 << <   > >>
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    

Search

Contents

XML Feeds

My Twitter Updates

multi-blog platform