Jun11

Kalo dulu pas jaman Narkoba Masuk Sekolah, para guru merasa perlu untuk menjaga muridnya supaya TIDAK ikutan jadi pengedar atau pemakai. Mereka melakukan razia. Dalam hal ini, razia memang perlu, dan terbukti efektif.

Sekarang? Teknologi Informasi Masuk Sekolah. Hampir semua menggunakan Blackberry (atau Nexianberry), iPhone, atau Android, device canggih yang setiap saat terhubung dengan internet. Kapasitas penyimpan datanya besar. Bisa MP3, plus bikin dan playback video.

Jika ada informasi yang negatif, apa masih perlu pihak sekolah (atau pihak yang lain) melakukan razia HP kepada orang lain? Beredarnya foto atau video yang gak layak apa ya bisa di-cegah-tangkal dengan razia? Apa gunanya? Apa manfaatnya?


Follow up:

Padahal.. hey, kita masih punya komputer kok. Gak cuma HP. Itupun ter-password dan ter-acak. Coba aja bongkar!

Lha wong alamat contact email sebisa mungkin dirahasiakan, jangan sampai tersebar luas tanpa persetujuan pemiliknya. Kok ini malah di-razia? Kemana hak privacy kita? Iya kalo kita ini terorist, sita aja sekalian.

Bener Pak, kita bukan penjahat. Cuma penasaran aja!

Yang awalnya gak tau apa-apa dan gak peduli akhirnya penasaran juga, jadinya pengin tau. Sebabnya, gencarnya blow-up media ditambah dengan ababil yang hobi sekali re-tweeting (termasuk aku, aha!)

Seandainya memang ditemukan foto atau video yang "tidak layak" di HP seseorang, entah itu artis, temen sekolahnya, atau _dia_sendiri_, trus mau apa? Dihukum, didenda, dipenjara?

Mau razia, percuma. Sekarang bersih, bulan depan ngopi lagi..

Ini kan digital, jelas nggak cuma di HP kan? Bisa dikopi ke CD, Hardisk, Flashdisk, dll. Ayo dong, kenal teknologi dikit kek! Jangan di-razia, gak ada hasilnya! Tapi BERI PENGARAHAN, MAJUKAN PENDIDIKAN AKHLAK DAN MORAL dan JANGAN MEM-BLOW-UP yang gak perlu. Kasihan anak-anak kita.

gambar di atas, screenshot yang lucu: Awalnya pengin search program "b*j*k*n", beneran! Ternyata eh ternyata.. disugihi tampilan 200 search terakhir! Huahhaha, aneh-aneh lho. Oh, AYO LAH, KITA LEBIH PINTER DARI INI!

Siapa Pelakunya, Siapa Korbannya?

Umpama, namanya juga ABG apalagi masih suka narsis, berpose "wow" di-kameranya sendiri. Gak ada tujuan apa-apa. Ya cuma sekedar narsis (plus goblok). Biasa.. HP baru, ada camera-nya lagi!

Kemungkinan kasusnya:

  1. Fotonya bocor, beredar kemana-mana. Dia pelaku atau korban tindakan asusila?
  2. Fotonya kena razia. Oleh pihak yang nge-razia, foto tadi dihapus, disita, atau di..

Hayo, siapa pelakunya, siapa korbannya? Hukumnya apa?

Akhirnya...

Orang yang berkepentingan (mengatasnamakan kebebasan berpendapat) untuk cari "kebenaran" dengan menjajah privacy orang, dibenarkan. Sedangkan yang rakyat biasa, nulis komplain surat pembaca bahkan antar teman! (karena memang dia berhak), malah dianggap "mencemarkan nama baik". Ah.. kapan kita maju?

Nulis blog ini juga bisa jadi salah!

untuk dipikirkan: kita semua mestinya trenyuh, kita juga yang bertanggung-jawab!