Benernya grogi mau nulis ini. Hubungan-nya sama agama, jadi kuatir nanti kesannya ngesruh, trus urusan jadi panjang. Ini hanya sekedar wacana, opini pribadi. Kebetulan pas trend film 2012 yang dibintangi John Cussack lagi banyak dibicarakan orang. (imdb link di sini: http://www.imdb.com/title/tt1190080/)...

Banyak yang bilang kalo takdir itu udah ditentukan. Beberapa di antaranya: jenis kelamin, ras, kekayaan, jodoh, dan mati/kiamat (pun) udah ditentukan. Bener gitu?


Follow up:

perhatian: tulisan ini (sekali lagi) kutekankan "hanya sebagai wacana, opini pribadi" untuk menegaskan kita ini sangat-sangat kecil sekali dibandingkan Kuasa-Nya, bukan bertujuan untuk hal-hal selain itu atau yang hal-hal yang sifatnya negatif. Tidak ada tujuan mengesampingkan agama/kepercayaan!

FYI, kerjaanku adalah computer programming. Selalu berhubungan dengan kasus-kasus percabangan, hitung-hitungan, perulangan, dan probabilitas. Semakin lama nguteki kode-kode pemrograman, semakin berpikir tentang takdir. Dan akhirnya ada pemikiran seperti ini:

Takdir itu bukan sesuatu yang Ditentukan secara simple seperti "matiku sudah ditentukan", "jodohku sudah dipilihkan", atau "masa depanku sudah tertulis". Tapi bener-bener pemrograman yang kompleks dan saling bersimpangan.

Jenis kelamin, ras adalah constant variable (konstanta) yang sudah ditentukan, dan (mestinya) ga bisa dirubah! Kalo dirubah waktu run-time, bisa-bisa programnya crash, hang, atau error. Kaya-miskin, hidup-mati, lucu-jahat, ayu-elek, itu semua varible biasa yang bisa sewaktu-waktu di-ubah.

Ada lagi method atau function. Contohnya gravitasi. Kalo apel dilempar ke atas, takdirnya ya jatuh ke bawah. IF, JIKA tidak nyantol di atas ATAU tidak ada yang nyaut DAN kita punya gravitas, MAKA apel itu jatuh. KALAU operasi bitwise tadi tidak sesuai, MAKA jalankan perintah lainnya (ELSE), dalam hal ini apel tidak jadi jatuh, apelnya ditangkep sama yang nyaut, atau apelnya mumbul (terbang) terus.

Nah! Ruwet? Pseudo Algoritma nya gini:

if(apel_dilempar AND (NOT nyantol) OR (NOT disaut) AND ada_gravitasi) {
	apel.jatuh();
} else {
	switch(apel) {
	nyantol:
		apel.nyantol();
		break;
	disaut:
		apel.disaut();
		break;
	gak ada gravitas:
		apel.mumbul();
	}
}

Kira-kira gitu deh.

Lha itu tadi contoh penyederhanaan bagian terkecil takdir. Kalo source code dunia ini dituliskan, nggak akan cukup seluruh air laut jadi tinta printernya! Kode pemrogramannya SUDAH tertulis dan di-compile sebelum dunia ini ada, dan sekarang lagi run-time. Bisa jadi ending program juga udah tertulis, tapi kita nggak tau nanti gimana jalannya. Yang jelas, menurutku, takdir adalah pemrograman yang MAHA LUAS, rumitnya gak karuan, dan sangat sempurna tanpa bisa HANG, CRASH, atau di-HACK.

Masih percaya ada orang/siapapun/apapun di dunia ini yang bisa ngeramal hari kiamat?


Trackback address for this post

This is a captcha-picture. It is used to prevent mass-access by robots.
Please enter the characters from the image above. (case insensitive)

2 comments

# Bois on 03/30/10 at 10:30
Yup! Setuju, kira-kira memang sepeti itu. Nah... Untuk lebih jelasnya lagi silakan kunjungi blog saya berikut ini:

http://bangbois.blogspot.com/2010/02/memahami-hakikat-penciptaan-melalui.html
# 'siti nurhaliza on 07/04/10 at 11:22
pada dasarnya kan semua kembali kepada rumus dasar, dari rumus dasar kemudian semakin mengkerucut dan mengkerucut, detail dan mendetail...

perbedaan pada hierarki adalah hanya pada masalah bahasa, sedang bahasa mengikuti obyek yang menerima...semakin tinggi intelektualitas si obyek maka bahasa yang digunakan semakin rumit.... ya itulah hierarki tapi hierarki kebenaran tetap mengandung unsur konsistensi,,,,atau jalan lurus, keseimbangan....

yang rumus dasarnya, ALlah itu Pencipta,,,,maka segala selain ALlah adalah ciptaan....
taqdir adalah ketentuan ALlah, sedang ketentuan Allah adalah perbuatan Allah, ini termasuk sifat Allah, karena Allah itu maha berkehendak, maha menentukan...

perbuatan ALlah (taqdir) yang dirasakan oleh manusia dalam dimensi manusia itu adalah ciptaan, misal gempa, angin ribut,,,,
sementara perbuatan ALlah (taqdir) yang berkaitan dengan perbuatan manusia baik dan buruk, adalah tetap pada unsur keadilan, karena Allah juga mencipta kesadaran dan pilihan...

pada dasarnya ada orang korupsi adalah taqdir Allah juga, ketentuan ALlah juga, tapi hal ini tidak bisa dijadikan pembenar bahwa ALlah tidak akan menghukum perbuatan korupsi, karena Allah sudah menciptakan kesadaran kepada manusia untuk memilih...
jadi tidak bisa dikatakan Allah adalah pencipta kejahatan....karena istilah ini tidak tepat....

Leave a comment


Your email address will not be revealed on this site.

Your URL will be displayed.
(Line breaks become <br />)
(Name, email & website)
(Allow users to contact you through a message form (your email will not be revealed.)
This is a captcha-picture. It is used to prevent mass-access by robots.
Please enter the characters from the image above. (case insensitive)
I'm a father of two baby daughters, Iman and Erja. Happily lucky husband of Novita Damayanti (Noby). And I'm a guy who try to eat shoes (all I know is crazy people did not die just because they eat shoes)! In Javanese, you could just say "Gendeng mangan sepatu".
August 2010
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 << <   > >>
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        

Search

Contents

XML Feeds

My Twitter Updates

powered by b2evolution